Aplikasi Canggih Pelacak Anak Autis - Intech Journal

Aplikasi Canggih Pelacak Anak Autis

Bagi orangtua, mengetahui anaknya dalam kondisi aman bisa menghilangkan ketakutan besarnya. Terutama, bagi mereka yang memiliki anak dengan autisme, tentu memiliki kekhawatiran yang berlebih.

Beruntunglah orangtua yang hidup di era modern ini, sebab sebuah aplikasi dan perangkat pelacak GPS yang mudah digunakan, AngelSense, bisa menginformasikan keberadaan anak-anak mereka.

Aplikasi tersebut, telah diperbarui minggu lalu dengan menambahkan fitur yang bisa digunakan dalam situasi darurat, yakni First Responder Alert.

Melalui fitur ini, orangtua bisa mendapatkan notifikasi mengenai lokasi anak-anak mereka, juga, dilengkapi dengan data berapa lama anak-anak bisa pergi dan sampai di lokasi tertentu.

Seperti dikutip dari Mashable, Selasa (26/1/2016), GPS dan sistem tracking AngelSense dikembangkan oleh orangtua yang memiliki anak dengan autisme, yakni Doron Somer dan Nery Ben-Azer. Keduanya berkeinginan mendapatkan cara yang lebih baik guna mengetahui keberadaan anaknya di manapun mereka berada.

Pelacak GPS yang dapat digunakan ini berukuran kecil dengan bentuk persegi panjang serta memiliki sensor berukuran kotak kecil sehingga muat untuk dikantungi atau disematkan di pakaian menggunakan pembuka magnet.

Pada prinsipnya, aplikasi ini mengumpulkan data lokasi setiap 10 detik dan mampu mengirimkan pemberitahuan kepada orangtua jika pelacak GPS si anak bergerak.

Pada perangkat ini juga dilengkapi dengan mikrofon, sehingga orangtua bisa mendengarkan situasi tempat si anak berada. Berdasarkan laman AngelSense, baterai alat ini bisa bertahan selama 12 hingga 14 jam.

Dengan satu klik, orangtua bisa mengirimkan pesan ke daftar kontak untuk mengabarkan detail informasi tentang lokasi anak yang terhubung dengan Google Street View dan petunjuk untuk mencapai ke sana.

AngelSense sendiri diluncurkan pertama kali pada 2014. Aplikasi dan perangkat pelacak GPS ini terbukti telah membantu menyelamatkan nyawa seorang remaja autis berusia 17 tahun dari daerah Bronx.

Ben Azar, Co-Founder AngelSense, mengatakan bahwa anak bernama Hanzel tersebut meninggalkan rumahnya menuju Manhattan dan Queens.

"Ibu Hanzel menggunakan First Responder Alert untuk mengetahui lokasi anaknya serta membawa anak tersebut tiba di rumah dengan selamat, dengan bantuan orang lain," cerita Azar.

Kasus lain terjadi pada awal 2015, seorang gadis berusia 15 tahun yang memiliki sindrom Asperger diculik di dekat kediamannya di Dallas, Texas.

"AngelSense mengirimkan tanda bahaya kepada ibunya yang mengabarkan bahwa gadis tersebut berada di tempat berbahaya," katanya.

Azar menambahkan, saat itu sang ibu menggunakan fitur mendengarkan dari perangkat tersebut dan mendengar suara anaknya yang menerima tindak kekerasan.

Penculiknya, tambah Somer, melihat pelacak GPS tersebut dan menanyakan alat apakah itu kepada sang gadis. Penculik tersebut juga meminta untuk melepaskan alat pelacak tersebut.

Namun, si gadis bersikeras bahwa hanya ibunyalah yang bisa melepaskan alat tersebut dari sakunya menggunakan kode khusus, mengetahui hal tersebut, penculiknya pun langsung kabur.

Ibu si anak, Kathy Gilray, menuliskan pengalaman itu lewat sebuah postingan di blog. "Dengan pelacak GPS tersebut, polisi bisa melacak keberadaan penculik dan anaknya," tulisnya.

Selain AngelSense, ada beberapa alat pelacak serupa lainnya. Di antaranya adalah PocketFinder dan AmberAlert GPS, namun keduanya lebih mudah dilepas dan tidak memiliki fitur pesan bahaya.

AngelSense juga menyediakan sabuk AngelSense bagi anak-anak seringkali melepaskan pakaiannya. Sabuk tersebut, hanya bisa dibuka dengan magnet. Adapun AngelSense tersedia dengan harga US$ 149, di mana aplikasinya bisa diunduh melalui Android dan iOS. (liputan6)
Diberdayakan oleh Blogger.